Rabu, 03 November 2010

Makassar, Pelangi di Sulawesi Selatan

Kota Makassar memiliki posisi strategis. Kota ini terletak di persimpangan lalu lintas Sulawesi. Secara geografis kota ini merupakan daerah pantai datar dengan tingkat kemiringan 0-5 derajat ke arah barat. Kota yang memiliki luas 175,77 km2 itu juga diapit Sungai Tallo dan Jeneberang.

Dari gambaran selintas, tampak bahwa secara geografis Makassar sangat strategis dilihat dari kepentingan ekonomi atau politik. Dari sisi ekonomi, ia juga menjadi simpul jasa distribusi yang tentunya lebih efisien dibandingkan daerah lain.

Menyadari akan potensi itu, tak mengherankan jika Pemkot Makassar yakin mampu mengembangkan kota yang dulu bernama Ujung Pandang itu secara lebih baik. Menurut Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Makassar memiliki banyak keunikan atau keunggulan.

Pertama, posisinya berada di tengah-tengah wilayah Indonesia atau disebut Centre Point of Indonesia. Kota ini memiliki beberapa ikon sebagai ciri khas: Lapangan Karebosi (luasnya sekitar 4 ha), Pantai Losari dan Benteng Fort Roterdam. Tak lupa, makanan tradisionalnya yang khas, seperti Coto Makassar, Konro, Sop Saudara, dan hasil laut yang segar.

Kedua, sebagai ibukota Sul-Sel, Makassar merupakan pintu gerbang Indonesia Timur. Sebab, tidak ada pesawat yang melintas ke bagian Indonesia Timur tanpa singgah di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Demikian pula, Pelabuhan Makassar sebagai jembatan perhubungan laut ke kawasan Indonesia Timur.

Ketiga, menjadi pusat pelayanan kawasan Indonesia Timur. Alasannya, di kota ini terdapat kantor atau fasilitas yang memiliki wilayah kerja Indonesia Timur, baik institusi pemerintah maupun swasta, seperti sektor perbankan, telekomunikasi, juga wilayah pertahanan udara. Kondisi dan kualitas infrastruktur di wilayah ini relatif lebih lengkap dan berkualitas dibandingkan daerah-daerah lain di kawasan Indonesia Timur.

Keempat, sebagai barometer ekonomi, politik dan keamanan regional serta penghela lokomotif perekonomian Indonesia Timur. Pasalnya, dari daerah inilah terdapat ketergantungan produksi dan distribusi dari dan ke wilayah Indonesia Timur lainnya.
 
Penduduk Sulawesi Selatan terdiri atas empat suku bangsa utama. Suku bangsa Toraja terkenal mempunyai budaya spesifik, bernuansa religius tampak pada upacara-upacara kematian, rumah tradisional dengan atapnya melengkung, ukiran yang cantik dan warna yang alami. Suku bangsa Makassar, Bugis dan Mandar terkenal sebagai pelaut patriotik baik dimasa perang maupun dimasa damai. Dengan perahu layar tradisionalnya mengarungi lautan kepulauan Indonesia sampai kebagian utara Australia, beberapa pulau di samudera Pasifik sampai kepantai Afrika.

Latar belakang geografis, prasejarah dan sejarah Sulawesi Selatan telah melahirkan unsur budaya yang menarik. Seseorang dapat mengamati, menikmati dari pengalarnan pada keunikan budayanya dan hanya diternukan didaerah ini, termasuk didalamnya upacara-upacara, tari-tarian, seni ukir, tenunan cantik yang ditenun dari bahan benang kapas dan sutera dan pemandangan alam tropis yang sangat menakjubkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar